Informasi Otomotif @BosMobil

Classic Beetle

Did You Know About “Beetle” …

Sebagian besar masyarakat di Indonesia bahkan di diunia mengenal mobil yang satu ini, VW Beetle atau lebih beken di dengan panggilan “kodok”. Mobil yang sampai hari ini masih sering kita lihat berseliweran di jalan dan nampak masih enak dipandang. Tapi pasti sedikit juga yang tau akan kilas sejarah di balik mobil ini bukan …

Volkswagen atau VW memiliki makna dan artian sebagai “mobil rakyat” dalam bahasa Jermannya, mobil yang pada awal mulanya memang diperuntukan untuk rakyat karna harganya sangat terjangkau murah, bahkan tak lebih mahal dari sepeda motor berkereta samping atau dikenal dengan nama ‘sespan”.

Keberadaan VW Beetle berawal dari era kolonialisme Nazi di Jerman pada 1930an. Tepatnya pada 22 Juni 1934 saat asosiasi industri otomotif negeri Jerman mendorong Porsche untuk membangun Volkswagen. Esoknya harinya menjadi hari paling bersejarah karena pemerintah Jerman kala itu dipimpin oleh sang Fuhrer atau lebih dikenal dengan nama Adolf Hitler. Hitler memberikan order kepada Ferdinand Porsche untuk membangun sebuah konsep mobil sederhana yang dapat diperuntukan bagi rakyat dan dapat mengangkut lima orang (dua dewasa dan tiga anak), kecepatannya 100km/jam, mengkonsumsi bahan bakar 14km/liter.

Menindak lanjuti perintah Hitler dibuatlah konsep cikal bakal Beetle yang saat itu disebut Kraft durch Freude-Wagen (KdF-Wagen), yang mengambil dari nama kota asal mobil ini dibuat diberi nama KdF-Stadt. KdF-Wagen dituangkan dalam 30 prototipe pada 1937 dan dipasarkan mulai tahun 1938 namun sempat terhenti setelah sempat memproduksi 630 unit akibat pecahnya Perang Dunia II pada 1939. Dan untuk sementara fasilitas pabriknya dialihkan untuk memproduksi kendaraan perang.
Setelah Jerman kalah dalam peperangan atas sekutu membuat negeri itu terbagi-bagi. KdF-Stadt dikuasai Angkatan Darat Inggris. Mayor Ivan Hirst merupakan orang yang paling bepengaruh pada kabangkitan Volkswagen karena atas campur tangannya kemudian mengubah nama kota menjadi Wolfsburg. Kendaraan Volkswagen untuk masyarakat sipil mulai diproduksi kembali sebelum Perang Dunia II usai, tepatnya pada 1945 yang juga bertepatan dengan kemerdekaan Indonesia.

Produksi VW Kodok “Type 1” berkembang pesat dari tahun ke tahun, dan pada 1954 mencapai 1 juta mobil. Pada 1973, produksi telah mencapai 16 juta, dan popularitas mobil telah menyebar ke berbagai penjuru dunia. Sejalan dengan itu kendaraan ini pun berubah nama menjadi VW Kafer atau VW Beetle.

Kemudian kendaraan ini menjadi populer berkat bentuk kesederhanaan, ketangguhan dan sederet kelabihan lainnya. Oleh karena itu, kendaraan unik ini memiliki banyak nama julukan seperti, Kafer di Jerman, Austria dan Swiss, Pulga di Colombia, Brouk di Republik Cheko, Fusca di Brazil, Kura atau Kodok di Malaysia, Kabuto-mushi di Jepang dan beberapa julukan dibanyak Negara lainnya. Sebenarnya masih banyak nama sebutan lain yang kadang tidak hanya satu. Misalnya di Indonesia selain VW Kodok dan VW Beetle, ia juga dijuluki oleh orang tua kita sebagai VW Sedan (meski tidak sepopuler VW Kodok dan VW Beetle).

Sampai dengan saat ini VW Beetle terus berkembang dan dan mengalami banyak pembaharuan, terbukti generasi baru pun lahir dengan tetap mempertahankan model terdahulunya namun dilengkapi dengan segudang fitur kecanggihan jaman sekarang. Mobil yang dimaksud adalah Volkswagen AG (VW) hatchback VW Beetle yang diluncurkan baru-baru ini.

Teks/edit/foto : *ryan/stan/doc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s